Kamis, 28 Agustus 2014

Fakta Al-Qur’an tentang Konflik Palestina

Langsa, 28 Agustus 2014

Sudah seringkali zionis Israel melakukanserangan ke wilayah Gaza, belum ada tanda-tanda pembantaian ini akan segera berakhir. Sampai kini setidaknya tercatat, ribuan jiwa melayang dan ribuan yang lainnya luka-luka.

Mungkin banyak air mata yang mulai mengering, telinga menjadi panas, dan hati serasa jenuh mendengar pemberitaan korban di Gaza yang terus bertambah. Tapi kita memang harus terus bicara tentang Palestina. Kita harus terus menyuarakan kegelisahan kita, menyampaikan kepedulian kita, atau setidaknya meneriakkan jeritan hati kita melalui takbir dan doa-doa yang terlantunkan. Tidak boleh ada perasaan bosan saat mendengar berita Palestina. Tidak boleh kita berputus asa dalam melantunkan doa-doa untuk saudara kita disana. Tidak boleh merasa doa kita sia-sia. Tidak boleh pula kita mengira bahwa zionis Israel akan dibiarkan dengan kesombongannya begitu saja. Karena Allah SWT berfirman : ” Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak”  (QS Ibrahim 42)

Hari ini kita melihat pemberitaan yang begitu beragam tentang fakta-fakta yang terjadi di Palestina. Ada yang mengutuk kekejian Israel, ada pula yang memprotes keangkuhan Amerika, Ada pula yang mengkritik pemimpin Arab yang ‘jubana’ (pengecut), bahkan ada pula yang tetap konsisten memberitakan Hamas sebagai teroris dan biang kerok semua permasalahan ini. Semuanya begitu kompleks dan membingungkan, sehingga banyak orang yang begitu bersedih dan berempati dengan pemandangan gambar-gambar korban dan ledakan, namun sedikit yang mengetahui hakikat permasalahan dan fakta yang shohih di Palestina.
Karenanya, kita perlu memetakan lebih jelas tentang permasalahan Palestina. Saya ingin mengungkapkan fakta-fakta dalam al-Quran dalam memetakan masalah ini. Bahwasanya Al-Quran jauh-jauh hari telah menggambarkan fakta-fakta yang terjadi hari ini di Palestina melalui ayat-ayatnya yang mulia. Ini semua penting agar kita bisa berpikir lebih mendalam, lebih strategis dan lebih fokus dalam menyusun langkah kontribusi kita untuk Palestina. Agar kita tidak reaktif dan mudah terkejut, dan selalu shock dalam mendengar pemberitaan masalah Palestina.



Berikut fakta-fakta yang telah digambarkan Al-Quran, dan sekarang terjadi begitu nyata di Palestina.

Fakta 1 : Adanya Yahudi yang Sadis & Bengis terhadap orang muslim, serta senantiasa melanggar perjanjian Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”.(Al-Maidah 82).

Ketika Al-Quran 14 abad yang lalu telah jelas menyatakan fakta bahwa Yahudi menyimpan permusuhan yang amat keras terhadap umat Islam, maka hari ini kita menyaksikan dengan jelas gambaran permusuhan itu begitu nyata di depan mata kita. Jika ’sekedar’ menghitung angka korban jiwa dan luka-luka mungkin belum mewakili gambaran kebuasan mereka. Ada gambaran yang lebih buas dari hitungan angka-angka, saat Shadr seorang perempuan kecil berumur 4 tahun harus tewas menyongsong peluru tentara Israel di dadanya.

 Bahkan sang ayah tidak bisa menyelamatkan jasad putrinya, karena beberapa detik berikutnya datang sekumpulan anjing-anjing pelacak Israel untuk segera menyantap si kecil yang syahid itu. Seolah-olah tentara Israel itu memang membidikkan pelurunya untuk berburu makanan bagi anjing peliharaannya.
Gambaran lain tak kalah mengerikannya adalah saat tubuh-tubuh yang tak bernyawa di tengah jalan harus remuk terlindas oleh tank-tank zionis yang bergerak memasuki gaza. Begitu pula penggunaan senjata fosfor putih oleh tentara Israel yang tidak pernah ditemukan dalam kamus kekejaman bangsa lainnya. Adakah kebiadabaan manusia yang melebihi gambaran di atas ? Fakta Al-Quran tentang kebengisan Yahudi ini membuat kita sadar, bagaimana cara terbaik menghadapi Zionis Israel.

Kemudian dalam ayat yang lain Allah SWT memberitahukan kepada Rasulullah SAW tentang karakter Yahudi : ” (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya”). (Al-Anfal 56). Inilah fakta lain tentang Yahudi yang sudah diungkapkan Al-Quran sejak awal risalah Islam. Karenanya akan sangat aneh jika masih ada pemimpin Islam yang berharap banyak untuk mengadakan perjanjian dengan Israel, seolah-olah lupa dengan Fakta Quran dan fakta sejarah kenabian. Jika kita membaca ulang sejarah Yahudi dalam Siroh Nabawiyah, maka akan ada kesimpulan utuh bahwa sejarah Yahudi adalah sejarah pembangkangan dan penghianatan.

Fakta 2 : Adanya kaum muslimin yang terusir dan terbunuh di Palestina karena keyakinan mereka berislam. Allah SWT berfirman : .. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah.” (QS Haj 40)



Al-Quran begitu jelas menggambarkan fakta adanya orang-orang yang terusir dan teraniaya ‘hanya’ karena mereka teguh memegang aqidah mereka. Penderitaan penduduk Palestina hari ini –dan sejak setengah abad yang lampau- adalah bukti riil fakta al-Quran di atas. Mereka teguh dengan agama mereka, yakin dengan kemuliaan Islam, karenanya mereka tidak rela Masjid Al-Aqsho dikuasai Zionis Israel. Maka merekapun bertahan, merekapun melawan, mempertahankan sejengkal tanah kemuliaan Islam dari jajahan zionis. Karena semua alasan mulia itulah hari ini banyak warga Palestina meregang nyawa.

Fakta 3 : Adanya Skenario Global di balik konflik Palestina . Allah SWT berfirman : Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka (Al Baqoroh 120)

Dibalik fakta keangkuhan Israel hari ini, adalah karena adanya dukungan setia Amerika. Bahkan kita lihat titik balik keberadaan negara Israel di Palestina, adalah karena kebaikan hati Inggris kepada kaum Yahudi, sekaligus kebencian mereka terhadap Islam. Dua negara besar ini selalu konsisten mendukung Zionis Israel. Bukan hanya teknis persenjataan yang selalu disuplai, tetapi juga kebijakan-kebijakan perdamaian dan juga ‘ pengkhianatan’ perdamaian yang selalu diamankan oleh Amerika. Resolusi PBB untuk gencatan senjata sepekan lalu–dengan abstainnya Amerika- adalah salah satu keajaiban dunia yang menyalahi sejarah konsistensi dukungan Amerika terhadap Israel.

Biasanya Amerika akan dengan mudah memveto setiap kebijakan yang merugikan zionis, adik tirinya tersebut. Tapi tidak ada yang berubah dari Amerika, berita hari ini menyebutkan pertemuan dua Menlu AS-Israel ; Condolize Reece dan Tzipi Livni yang mengukuhkan kesepakatan untuk menghalangi sekuat tenaga masuknya dukungan persenjataan ke Palestina. Jadi, tidak ada yang salah dengan fakta Al-Quran.
Fakta 4 : Adanya Benih-benih kemunafikan yang mengganggu perjuangan Jihad. Allah SWT berfirman : Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: “Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu…”(Al-Hasyr 11)

Fakta Al-Quran dan juga fakta sejarah kenabian selalu mengingatkan kita adanya bahaya dari dalam. Jangankan hari ini saat umat Islam dalam kondisi lemah dan terpecah, bahkan di barisan pasukan Rasulullah SAW di Madinah pun bercokol sekelompok munafik yang terus aktif menghasut dan menghancurkan kaum muslimin dari dalam. Masih ingat bukan peperangan Uhud, saat 300 dari 1000 pasukan rasulullah SAW membelot mundur ke Madinah karena kecewa dengan keputusan Rasulullah SAW ?

Maka hari ini kita menyaksikan adanya dua negara arab besar yang memboikot KTT darurat Liga Arab di Dhoha, Qatar yang sedianya direncanakan menghasilkan keputusan yang ‘keras’ dan efektif untuk menghentikan kebiadaban Israel. Adakah ungkapan yang lebih halus untuk mengganti kata ‘kemunafikan’ bagi kedua bangsa tersebut ?

Belum lagi masalah perbatasan Rafah yang masih saja ditutup oleh pemerintah Mesir. Sehingga dukungan kemanusiaan, apalagi mujahidin dan persenjataan tidak bisa menjangkau Gaza. Kisahnya sangat berkebalikan dengan yang terjadi di Afghanistan saat melawan Uni Soviet duapuluh tahun yang lampau, saat Pakistan membuka perbatasannya untuk masuknya mujahidin dan persenjataanya ke Afghanistan.


Hari ini pemerintah Mesir menjadi ‘bemper’ pelindung Zionis Israel dari masuknya solidaritas muslim internasional. Begitu pula saat bicara dengan pemimpin-pemimpin Arab, Husni Mubarok sekuat tenaga meyakinkan teman-temannya untuk tetap lunak pada Israel. Tanpa sadar, nampaknya presiden ‘Husni Mubarok’ ingin mengulangi kelakuan Abdullah bin Ubay yang mati-matian membela Yahudi Bani Qainuqo’ saat Rasulullah SAW akan memberikan sanksi atas pengkhianatan yang mereka lakukan pada konstitusi Madinah. Nah, adakah ungkapan yang lebih halus dari ‘kemunafikan’ untuk menggambarkan sikap tersebut?

Fakta 5 : Ada banyak kaum banyak kaum muslimin lemah tidak berdaya . Ada perubahan besar terjadi pada gaya hidup sebagian besar kaum muslimin paska tumbangnya kekhalifahan Utsmaniyah di Turki. Banyak negara muslimin dijajah oleh negara-negara Barat dan penduduknya pun mulai mengadopsi pemikiran dan gaya hidup Barat yang materialis. Akibatnya, cinta harta dan dunia mulai mengakar dalam kehidupan kaum muslimin.



Pada saat itulah, jihad yang membentengi kemuliaan Islam mulai tergerogoti. Al-Quran telah menggambarkan fakta tersebut dengan jelas .. Allah SWT berfirman : Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit” ( At-Taubah 38 )

Kelemahan inilah yang segera ditangkap oleh musuh-musuh Islam. Mereka kini lebih berani dalam menganiaya dan menginjak-injak negeri Islam karena merasa ‘aman’ dengan lemahnya semangat kaum muslimin dalam berjihad. Lihat saja penyerangan secara sistematis pada negeri muslim dalam dua warsa terakhir ini. Dari mulai Afghanistan, Irak, Palestina, hingga negara-negara yang masuk dalam daftar tunggu penyerangan seperti ; Iran, Sudan dan Suriah.

Gambaran seperti inilah yang juga terjadi di Palestina, keangkuhan Israel dalam membombardir Palestina dengan penuh percaya diri, salah satunya karena mereka yakin tidak ada satu negara muslim pun yang berani mengirimkan pasukannya membela Palestina atas nama jihad. Negara-negara muslim dalam kondisi lemah dan takut menghadapi balasan Amerika dan sekutunya face to face. Akhirnya Israel melenggang begitu nyamannya dalam menebar bom cluster di bumi Palestina. Tidak ada pembelaan dari negara-negara muslim tetangganya. Hizbullah Libanon pun malu-malu untuk mengirimkan roketnya ke wilayah Israel. Bahkan Iran yang sempat ‘berkoar-koar’ pun belum sekalipun mengarahkan roketnya ke Israel. Sudan yang dipimpin oleh Jenderal Mujahid pun harus berdiam diri karena sibuk dengan konflik Darfur yang juga disutradari Amerika.



Inilah kenyataan hari ini, dan ini pulalah yang sudah diprediksi oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya, bahwa umat Islam akan menjadi santapan bangsa-bangsa lain di akhir zaman. Bukan karena jumlah mereka yang sedikit, bahkan banyak, tapi bagaikan buih yang terombang ambing lemah tak berdaya. Semua ini karena umat Islam terjangkiti sindrom wahn, yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW : ” Cinta dunia dan takut mati ” (HR Abu Daud)

Fakta 6 : Ada kelompok yang senantiasa mengusung tinggi jihad untuk menegakkan kalimatullah tanpa ragu dan gentar. Allah SWT berfirman : Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya) (QS Al Ahzab 23).

Al-Quran, menyebutkan fakta akan adanya golongan yang senantiasa ’setia’ untuk memperjuangkan kejayaan Islam. Bahkan meskipun diantara mereka banyak yang telah berguguran, tidak sedikitpun membuat komitmen mereka untuk berjihad mundur dan luntur. Hari ini tidak bisa dipungkiri bahwa Hamas tampil sebagai gambaran riil fakta Al-Quran tersebut. Tuduhan organisasi teroris tidak membuatnya gentar sejengkalpun. Pemborbardiran Zionis Israel disambut dengan perlawanan sekuat tenaga. Petinggi Hamas Kholid Meshal dalam banyak kesempatan senantiasa mengulang-ulang sikap Hamas yang tidak akan mundur dalam mempertahankan Gaza.



Logika mana yang bisa menjelaskan Hamas yang awalnya adalah sebuah organisasi massa Islam, kini bertarung dengan gagah melawan Zionis Israel yang mempunyai kekuatan militer terkuat di Timur Tengah ? . Kesimpulan paling mudah yang kita tangkap adalah ‘ konsistensi’ Hamas dalam berjihad, itulah yang membuat mereka tetap eksis dan terus melawan. Ruh Jihad menjadi semacam jaminan bagi kekuatan sekecil apapun untuk melawan kekuatan sebesar apapun. Bukankah Allah SWT berfirman : “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.(QS Al-Baqoroh 249)
Akhirnya, semua ungkapan dan isyarat kekaguman dan penghormatan, entah itu standing avocation, apllause, angkat topi, hormat tangan, atau apa saja yang bisa mengungkapkan kekaguman sangatlah layak diberikan pada Hamas. Setelah kagum, tentu saja kita juga harus menjadi bagian yang mendukung perjuangan jihad tersebut. Siapa yang bisa menahan keinginan untuk tidak bergabung dalam barisan pembela kebenaran yang telah dijamin eksistensinya oleh Rasulullah. Tidaklah berlebihan, jika dikatakan fenomena Hamas hari ini adalah bukti riil keberadaan kelompok jihad abadi di muka bumi ini, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : ” Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tegak memperjuangkan kebenaran, dan mereka tidak akan terpengaruh dengan orang-orang yang memusuhi dan memerangi mereka “. (HR Muslim). Ketika Rasulullah SAW ditanya oleh sahabat tentang siapa mereka itu ?. Maka beliau menjawab : ” di sekitar masjid al-Aqsha”. Subhanallah.


Profil Penulis :

Hatta Syamsuddin, Lc – alumni Universitas Internasional di Khartoum Sudan. Berdomisili di Solo, mengajar di Mahad Abu Bakar UMS dan tengah menempuh S2 Pemikiran Islam di UMS. Email : ibnu_kamal @ yahoo.com dan kunjungi : hattasyamsuddin.blogspot.com
Read More ->>

Rabu, 20 Agustus 2014

DREAMS FLORIST

Acara Pelantikan Wakil Rektor(Acara Resmi/Jumbo)



Acara Resepsi Pernikahan Oleh Walikota(Single)



Acara Resepsi Pernikahan(Jumbo)



Acara Resepsi Pernikahan Oleh Perusahaan(Single)


Acara Resepsi Pernikahan Oleh Keluarga(Single)



Acara Resepsi Pernikahan Oleh Sahabat(Jumbo)

Acara Resepsi Pernikahan Oleh Perusahaan(single)



Pesanan papan bunga(Florist) untuk semua acara, didalam wilayah Kota Langsa, AcehTimur & Sekitarnya.
Pemesanan papan bunga(florist), kalo bisa 2/3 hari sebelum acara, kecuali untuk Duka cita dengan biaya tambahan 30rb/hari dari harga normal pesanan papan bunga.
Untuk wilayah diluar Kota Langsa jg dikenakan biaya tambahan transportasi.

Biaya /papan(Kota Langsa) : Rp. 150.000
      Biaya /jumbo              : Rp. 250.000      

Hubungi kami di

DREAMAKER STUDIO

Jl. Sudirman No. 9 Simp.4 Remi
(Sebelah Warnet RAFA NET)
KOTA LANGSA

Kami siap memberikan pelayanan yang terbaik untuk anda.
Read More ->>

Sabtu, 26 Juli 2014

IZZUDDIN AL-QASSAM, ULAMA DAN PEJUANG PALESTINA

26 Juli 2014

oleh: Ali Farkhan Tsani

Redaktur Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Brigade al-Qassam, disebut namanya, pasti tentara Zionis Israel sudah takut duluan. Memang ini terbukti di lapangan, dalam aksi baku tembak perang darat di perbatasan Jalur Gaza, sudah lebih dari 50 tentara Zionis Israel tewas di tangan pasukan berani mati Al-Qassam.
Peralatan pendukung perang pun dihajar habis oleh pasukan khusus bertopeng hitam ini. Mulai dari hancurnya tank-tank, jeep-jeep militer, dirampasnya senjata api, roket-roket yang menyerbu Tel Aviv, hingga rontoknya pesawat tempur canggih F-16, dan lainnya.
Siapa dan profil seperti apakah hingga Al-Qassam dijadikan sebagai nama pasukan di jalan Allah ini? Berikut profil singkat Izzuddin al-Qassam, Ulama dan Pejuang Palestina.

Izzuddin Muda

Syaikh Izzuddin al-Qassam dilahirkan di Jabalah, Suriah, 19 November 1882. Nama lengkapnya Muhammad Izzuddin bin Abdul Qadir bin Musthafa bin Yusuf bin Muhammad al-Qassam.
Dari sisi bahasa, Izzuddin artinya kemuliaan, kebanggaan atau harga diri agama (Islam). Sedangkan al-Qasam mempunyai makna keseriusan, sumpah, orang yang mengikat sumpah. Izzuddin al-Qassam dapat diartikan sebagai orang yang bersumpah untuk menjaga kemuliaan Islam.
Izzuddin al-Qassam kecil tumbuh dan berkembang di tengah keluarga yang taat dan berpegang teguh terhadap ajaran Islam.
Ayahnya, Abdul Qadir, seorang pejabat di pengadilan Syari’ah pada masa kesultanan Turki Utsmaniyah. Ia dikenal sebagai pendidik yang secara khusus menyediakan salah satu pojok rumahnya sebagai tempat belajar Islam bagi anak-anak tetangga sekitarnya.
Pada masa mudanya, saat berumur sekitar 14 tahun, ayahnya mengirimkan Izzuddin ke negeri tetangga, Mesir untuk belajar di Universitas al-Azhar Kairo. Waktu itu, belajar di al-Azhar Mesir masih berbentuk talaqqi’ di masjid, yakni belajar ilmu agama Islam secara langsung kepada guru yang mempunyai keilmuan Islam.
Izzuddin muda banyak menimba ilmu dari beberapa ulama berpengaruh pada masanya. Antara lain, ia banyak menimba ilmu dan ide-ide pembaharuan yang dilontarkan oleh Syaikh Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad ‘Abduh dan Abdurrahman Al-Kawakibi.
Jamaluddin Al-Afghani merupakan aktivis Islam kelahiran provinsi Kunar, Afghanistan, yang pernah berkeliling menyampaikan dakwahnya mulai dari negerinya Afghanista, Iran, Mesir hingga ke Indonesia.
Al-Afghani, salah satu pencetus pan-Islamisme, merupakan pribadi yang gigih memperjuangkan kaum Muslimin dari dominasi politik dan penjajahan Barat.
Guru lainnya, Muhammad ‘Abduh, ulama Mesir, salah seorang penggagas modernisasi pemikiran umat Islam. ‘Abduh adalah murid Jamaluddin Al-Afghani. Pemikiran Muhammad ‘Abduh banyak menginspirasi organisasi Islam, salah satunya adalah Muhammadiyah di Indonesia.
Abdurrahman Al-Kawakibi, yang juga guru Izzuddin adalah aktivis penulis asal Suriah. Tulisan-tulisannya terus menjadi relevan dengan isu-isu identitas Islam dan Pan-Arabisme.
Belajar dari para guru berpengaruh, menjadikan Izzuddin muda memiliki karakter yang senantiasa berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunah, mengkritisi terhadap kedzaliman penguasa, kesenjangan sosial, keterbelakangan ilmu pengetahuan, kemerosotan akhlak serta cengkraman barat terhadap kaum muslimin.
Izzuddin muda juga tertarik dan bergabung dengan madrasah jihad yang didirikan oleh Muhammad Rasyid Ridha.
Rasyid Ridha, adalah seorang intelektual Muslim Suriah yang mengembangkan gagasan modernisme umat Islam, melanjutkan  gagasan Al-Afghani dan Muhammad ‘Abduh.
Di madrasah ini Izzuddin dan rekan-rekannya memantau dan menjalin hubungan dengan pergerakan jihad yang ada di negeri Muslim lainnya.
Demikianlah proses tarbiyah yang dijalani oleh pemuda Izzuddin selama di Mesir yang memberikan pengaruh bagi perjuangannya selanjutnya.

Masjid Istiqlal Haifa, Palestina, saksi sejarah Izzuddzin al-Qassam (foto: palestineremembered)

Menjadi Ulama

Setelah menamatkan pendidikannya ia kembali ke negerinya dan menjadi salah seorang ustadz di Masjid Sultan Ibrahim, Suriah.
Ketika penjajah Perancis mulai memasuki Suriah pada tahun 1918 dan menduduki perkampungan nelayan setempat. Izzudin muda tidak tinggal diam. Ia menyerukan revolusi melawan Perancis, dan mengajak masyarakat agar bergabung. Bahkan untuk mendanai perang jihad yang dikobarkannya, ia rela menjual rumahnya, dan uang dari hasil penjualannya dibelikan senjata.
Kegigihannya mengerahkan massa untuk melawan penjajah, membuat Perancis gerah dengan sepak terjangnya. Melihat kemampuan dan pengaruh jiwa mudanya, Militer Perancis berusaha membelinya dengan cara mengangkatnya sebagai hakim. Namun, ia menolaknya, hingga akhirnya ia dijatuhi vonis hukuman mati oleh Perancis.
Ketika cengkraman Perancis dirasakan semakin kuat, sebagian besar mujahidin keluar Suriah untuk menggalang kekuatan dari luar. Izzuddin pun bersama beberapa orang keluarga dan sahabatnya menyingkir ke Beirut, Lebanon. Ia pergi bersama-sama dengan sahabat-sahabatnya dari tokoh kelompok jihad, seperti Muhammad Hanafi, dan Syaikh Ali al-Haj Ubaid.
Dari Lebanon, mereka melanjutkan perjalanan ke Haifa, salah satu kota pelabuhan di Palestina pada penghujung tahun 1920.
Jiwa da’wah yang tertanam sangat kuat dalam jiwanya membuat Izzuddin cepat dikenal dan disenangi masyarakat Islam Haifa. Bahkan ia diangkat menjadi khatib resmi Masjid Al-Istiqlal Haifa, Palestina.
Selanjutnya, ia terpilih menjadi pemimpin Pergerakan Pemuda Muslim Haifa. Ia berhasil membuka beberapa cabang dan langsung memantau perkembangan dan senantiasa memberikan tausiyah serta pengarahan-pengarahan. Kebiasaan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekeliling di kampungnya diterapkan juga di Haifa, Palestina.
Hingga tahun 1935, ia tinggal di Haifa, dan dikenal sebagai seorang penasehat agama Islam, seorang mursyid (pendidik), dan pemimpin komunitas generasi muda Muslim di kota Haifa.
Di hadapan masyarakat Haifa, ia adalah syaikh, ulama yang dikenal baik perilakunya, ketakwaannya, kejujurannya dan pengorbanannya.
Hingga ke bagian utara Palestina, ia dikenal sebagai seorang imam, khatib yang mahir, dan penghulu nikah.
Barulah, pada usianya yang ke-53, November 1935, Izzuddin al-Qassam bergelut dengan ilmu-ilmu tentang jihad.

Jihad Palestina

Selama hampir 15 tahun bergaul dengan masyarakat muslim Haifa, Izzuddin mempersiapkan mereka untuk mengobarkan revolusi melawan penjajahan Inggris, yang telah bercokol sekian lama di bumi Palestina.
Ia meletakkan target utama perjuangannya di Palestina, yaitu: membebaskan bumi Palestina dari penjajahan Inggris yang dicap sebagai musuh nomor satu umat Islam, disebabkan janjinya kepada orang-orang Yahudi untuk mendirikan Israel Raya di bumi Palestina dan memberikan izin masuknya puluhan ribu orang Yahudi ke Palestina.
Syi’ar yang dikumandangkan bersama mujahidin Haifa, Palestina adalah, “Inilah jihad, menang atau mati syahid”.
Izzudin melancarkan pergerakan bawah tanah dan rahasia yang tak terendus oleh musuh, dan hanya diketahui oleh sahabat-sahabat dan para mujahid yang membantunya. Namun akhirnya, aktivitas pergerakannya tercium juga oleh penjajah Inggris dan Yahudi.

Syahid di Jalan Allah

Izzuddin al-Qassam mengambil ancang-ancang menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dengan melatih para petani dan masyarakat untuk memegang senjata di dataran tinggi Jenin, daerah pertanian di Tepi Barat kawasan Palestina.
Penjajah Inggris dan Yahudi membuat makar dengan memperalat tentara Arab, Palestina, untuk ikut bergabung dengan pasukan Inggris.
Sebenarnya, Izzuddin bersama para sahabatnya bisa saja meloloskan diri, namun pantang baginya melarikan diri dari medan pertempuran. Pada waktu itu, pasukan mujahidin berada pada tempat yang tidak menguntungkan untuk mengadakan perlawanan. Saat itu, pasukan mujahidin berada di dataran rendah sedangkan musuh berada di balik perbukitan.
Inggris secara licik berhasil memperalat badan keamanan Arab Palestina untuk melancarkan aksinya membungkam perlawanan Izzuddin dengan meletakkan mereka di barisan pertama.
Siasat licik ini dijalankan setelah sebelumnya Inggris menuduh Izzuddin Al-Qassam dan lainnya adalah perampok yang selalu membajak pedagang Arab Palestina yang sering melewati kawasan tersebut.
Sebelum perlawanan dimulai, Izzudin mengumumkan agar jangan melukai pasukan Arab, karena mereka tidaklah tahu apa-apa.
Sebelum penyerangan dimulai, salah seorang polisi Arab Palestina menyerukan agar kelompok perlawanan Izzuddin menyerahkan diri. Namun al-Qassam dengan tegas menolaknya, seraya mengatakan: “Kami tidak akan menyerah, karena kami berada dalam posisi berjihad di jalan Allah.”
Lalu ia memalingkan wajahnya kepada para sahabatnya dan berkata, “Mati syahid di jalan Allah adalah jauh lebih baik daripada menyerah kepada kekafiran dan para perusak”.
Pertempuran berlangsung singkat. Selama kurang lebih dua jam peluru dimuntahkan bagaikan air hujan. Belum lagi deru mesin pesawat terbang Inggris yang terbang rendah.
Pada akhir pertempuran, tentara Inggris menemukan tubuh Syaikh Izzuddin al-Qassam telah gugur sebagai syahid, tanggal 20 November 1935, dalam usia 53 tahun.
Di balik bajunya dijumpai Al-Qur’an, uang senilai 14 junaih, dan sebuah pistol besar. Sementara itu, Syaikh Namr as-Sa’di masih hidup dan dalam keadaan terluka.
Jasadnya pun kemudian dimakamkan di kampung Syaikh dekat Haifa, Palestina. Ada pun tempat tertembaknya al-Qassam di Jenin, kemudian disebut dengan Jenin al-Qassam.

Brigade Al-Qassam (foto: al-khabar)

Dampak Al-Qassam

Melalui kesaksian Syaikh Namr, para wartawan Arab mengutip kebenaran yang tersembunyi di dalam kelompok al-Qassam. Hal itu merupakan bukti bahwa penyerangan bersenjata al-Qassam ini ditetapkan sebagai awal dari revolusi.
Al-Qassam dikenal luas sebagai pejuang yang semasa hidupnya mencurahkan segenap tenaganya untuk merangkul kalangan pekerja dan para petani, karena mereka adalah kelompok yang paling banyak dan siap berkorban di jalan Allah.
Para pejuang Palestina selanjutnya pun menjadikan revolusi yang diawali oleh Syaikh Izzuddin al-Qassam merupakan revolusi bagi seluruh pemuda Palestina dalam melawan penjajah Inggris dan Yahudi yang ikut di belakangnya.
Kelompok pejuang pun bermunculan, membentuk jaringan rahasia berbentuk halaqah-halaqah. Setiap lima orang dipimpin oleh seorang penanggung jawab. Setiap kelompok itu juga memiliki mekanisme dan aturan main yang khas, dan seterusnya.
Melalui sahabat-sahabat pelanjutnya, didengungknlah kembali khutbah-khutbah Izzuddin al-Qassam semasa hidupnya. Seolah-olah hidup kembali al-Qassam.
Di antara khutbah yang terus disebarluaskan antara lain adalah, “Wahai penduduk Haifa…! Wahai kaum Muslimin…!  Apakah kalian tidak mengetahui Fuad Hijazi? Bukankah Fuad Hijazi, Atha’ az-Zair dan Muhammad al-Jamjum adalah saudara kalian? Bukankah mereka duduk bersama kalian ketika belajar di Masjid Istiqlal? Sekarang mereka semua berada di pintu-pintu tempat penggantungan, mereka dihukum oleh orang–orang Inggris dengan vonis hukuman mati, digantung untuk kepentingan orang Yahudi”.
“Wahai orang-orang yang beriman, di mana gerangan keberanian kalian? Dimana keimanan kalian?”
”Sesungguhnya pasukan salib Barat, yaitu Inggris dan zionisme Yahudi perusak, hendak menyembelih kalian semua, ingin menghancurkan kalian.”
Wahai kaum Muslim, …hingga mereka menjajah negeri kalian, dari Eufrat (sungai di Irak) sampai ke sungai Nil, dan mereka hendak merampas al-Quds al-Aqsha… dan mereka benar-benar telah merampasnya“.
Kalimat-kalimat revolusi perjuangan al-Qassam itu memiliki peranan yang sangat besar, karena merupakan upaya pertama orang-orang Arab Palestina untuk menentang penyusupan kaum Zionis Yahudi ke Palestina melalui kekuatan bersenjata Inggris.

Brigade Al-Qassam

Oleh para tokoh pergerakan Harakah al-Muqawwamah al-Islamiyyah (HAMAS), seperti Syekh Ahmad Yassin, Dr Ibrahim al-Muqadama, Syekh Shalah Syahadah, dan para pionir Hamas lainnya, nama Izzuddin al-Qassam dipilih sebagai nama sayap militer mereka.
Harapannya adalah agar brigade ini bisa terus bertekad untuk membela Islam dan kaum Muslimin di tanah Palestina, untuk membebaskan Al-Aqsha dan perjuangan kemerdekaan Palestina dari penjajahan Zionis Israel.
Brigade al-Qassam merumuskan setidaknya tiga langkah perjuangannya, yaitu menumbuhkan semangat jihad kepada kaum Muslimin di Palestina dan dunia Arab, mempertahankan setiap jengkal tanah kaum Muslimin Palestina dari pendudukan dan agresi Zionis, dan membebaskan tanah Palestina.

Kuburan Izzudin al-Qassam di desa al-Syaikh, Haifa, Palestina. (foto: paldf)

Brigade ini, kerap melakukan aksinya dengan penutup wajah berwarna hitam dan ikat kepala hijau bertuliskan “Kataaib al-Qassam”  (Brigade al-Qassam) dan kalimat tauhid “Laa ilaaha illallaah” (Tidak ada Tuhan selain Allah). Topeng wajah sebagai ciri utama digunakan untuk menghindari incaran dari luar intelijen Zionis Israel, dan menghindari penyakit dari dalam diri berupa sifat riya, dipuji dan bangga diri jika diketahui wajahnya.
Selanjutnya, nama al-Qassam juga digunakan menjadi nama salah satu roket yang ditakuti pasukan Zionis Israel, yakni roket al-Qassam.
Itulah sosok Ulama yang sekaligus Pejuang, Syaikh Izzuddin al-Qassam. Walaupun fisiknya sudah meninggal dan tiada, namun semangatnya, perjuangannya, dan cita-citanya tetaplah hidup. Antara lain melalui Brigade al-Qassam, yang sangat ditakuti dan sangat menggentarkan Zionis Israel.
Begitu takutnya semangat perjuangan al-Qasam itu, sampai-sampai pernah pada tahun 2010, pasukan Zionis Israel mencoba dua kali membakar kompleks pemakaman muslim al-Qassam di desa Al-Syaikh dekat Haifa, Palestina. (R1/p02).

Sumber Utama :

Jihad Syi’b al-Filistin. Syaikh Prof. Dr. Mahmoud Shiyam. Mu’assasah Al-Quds Ad-Dauly, Yaman, 2009 dan At-Tarikh al-Filistiin al-Qadimah, Prof Syaikh ‘Aly Muqbil, Mu’assasah Al-Quds Ad-Dauly, Yaman, 2009.
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Read More ->>

SURAT DARI SEORANG DOKTER NORWEGIA DI GAZA TERKHUSUS UNTUK PRESIDEN USA BARACK OBAMA

Dr. Mads Gilbert Frederick (lahir 2 Juni 1947 di Porsgrunn, provinsi Telemark, Norwegia) adalah seorang dokter dan aktivis kemanusiaan. Ia menerima gelar PhD di University of Iowa. Beliau adalah spesialis dalam anestesiologi dan menjadi dosen bidang pengobatan darurat di University of Tromsø sejak tahun 1995.
Gilbert memiliki pengalaman di berbagai aksi kemanusiaan internasional, khususnya dari lokasi yang menggabungkan masalah medis dan politik. Dia aktif terlibat dengan pekerjaan solidaritas untuk Palestina sejak tahun 1970-an, ia menjabat sebagai dokter selama beberapa periode di wilayah Palestina dan Lebanon.
Beliau menjalankan misi kemanusiaan saat invasi Israel ke Lebanon pada 1982. Gilbert juga telah menghabiskan lebih dari dua pekan sebagai salah satu dokter asing di Gaza selama agresi militer Israel “Operation Cast Lead” 2008-2009.
Dalam agresi itu, Gilbert tiba dengan surat tugas darurat untuk Komite Bantuan Norwegia (NORWAC) bersama ahli bedah Erik Fosse guna mendukung upaya kemanusiaan di Rumah Sakit as-Shifa, Kota Gaza.
Beliau juga kembali melakukan aksi kemanusiaan di bidang medis saat agresi militer Israel ke Jalur Gaza dengan sandi operasi “Pillar of Defence” pada pertengahan November 2012.
Seorang profesor kedokteran di University of North Norway itu juga menjadi co-author dari buku “Eye on Gaza”, merupakan kesaksiannya selama agresi dan invansi militer Zionis Israel di Gaza.
Mads Gilbert kembali ke Gaza dan bertugas di Rumah Sakit As-Shifa sejak agresi militer Israel “Operation Protective Edge“, Senin (7/7) lalu, dan hingga kini masih bertugas di salah satu rumah sakit terbesar dan terlengkap di wilayah terblokade.
Berikut petikan surat yang dirilis Middle East Monitor (MEMO), Ahad (20/7) dan diterjemahkan oleh wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Rana Setiawan.
Teman-teman tercinta,
Tadi malam sungguh ekstrem. “Invasi darat” Zionis Israel ke Gaza mengakibatkan korban berjatuhan dan banyak yang cacat, terkoyak, perdarahan, menggigil, gemetar, terbaring, sekarat – banyak warga Palestina yang terluka, segala usia, semua warga sipil dan semua orang yang tidak bersalah.
Para pahlawan di ambulan dan di seluruh rumah sakit Gaza bekerja dengan sistem shift 12-24 jam, wajah pucat akibat kelelahan dan beban kerja tidak manusiawi (semua tanpa dibayar di RS As-Shifa selama empat bulan terakhir), mereka merawat, mengobati, mencoba untuk memahami kekacauan yang tidak dapat dimengerti.  Dari anggota tubuh manusia, ukuran, tungkai, kaki, tidak berjalan, bernapas, tidak bernapas, berdarah, tidak berdarah. YA MANUSIA!
Sekarang, sekali lagi mereka diperlakukan seperti binatang oleh pasukan yang katanya “tentara paling bermoral di dunia” (Zionis Israel!).

Dr. Mads Gilbert Frederick (tengah) di rumah sakit As-Shifa sedang mengobati seorang anak Palestina yang terluka, setelah serangan udara Israel menewaskan empat anak dan melukai lima orang lainnya, 17 Juli 2014. (Foto: MEMO)
Hormat saya tidak ada habisnya bagi mereka yang terluka, di tengah-tengah rasa sakit, penderitaan dan terguncang; kekaguman saya kepada staf dan relawan ini tak ada habisnya, kedekatan saya dengan rakyat Palestina memberi saya kekuatan, meskipun dalam sekilas Saya hanya ingin berteriak, memegang seseorang erat-erat, menangis, mencium hangat kulit dan rambut seorang anak yang berlumuran darah, melindungi diri dalam pelukan tak ada habisnya – tetapi kami tidak mampu untuk itu, juga mereka tidak bisa.
Wajah pucat pasi – Oh TIDAK! Tidak hanya puluhan tubuh yang cacat dan berdarah, kami masih memiliki danau darah di lantai UGD, yang menetes ke mana-mana, perban yang berlumuran darah untuk membersihkan – oh – petugas kebersihan, di mana-mana, dengan sigap menyekop darah dan membuang tisu, rambut, pakaian, Kanula -sisa-sisa makanan dari kematian- semua diambil … harus siap lagi, harus diulang lagi seluruhnya. Lebih dari 100 kasus datang ke RS As-Shifa dalam 24 jam terakhir. Cukup untuk sebuah rumah sakit besar yang terlatih dengan segala sesuatunya, tapi di sini – hampir tidak ada: tidak ada listrik, air, obat-obatan, ATAU- meja, instrumen, monitor – semua berkarat dan seolah-olah diambil dari museum rumah sakit kemarin. Tapi mereka tidak mengeluh, pahlawan-pahlawan ini. Mereka langsung bergerak, seperti prajurit, terus maju, dengan penuh kesigapan.
Dan ketika saya menulis kata-kata ini kepada Anda, sendirian, di tempat tidur, aliran air mataku, air mata dari rasa sakit dan kesedihan, kemarahan dan ketakutan. Ini tidak terjadi!
Saat ini, orkestra dari mesin perang Zionis Israel mulai menyanyikan simfoninya yang mengerikan. Baru-baru ini, salvos artileri dari kapal angkatan laut di ujung pantai, F16 yang menderu, drone memuakkan (Bahasa Arab ‘Zennanis’), dan Helikopter Tempur Apache yang bising. Begitu banyak yang dibuat dan dibiayai oleh Amerika Serikat.
Obama – Apakah Anda punya hati?

Dokter Norwegia Mads Frederick Gilbert mengabdi untuk masyarakat Gaza dalam serangan Israel terbaru sejak Senin lalu. Foto: arsip
Saya mengundang Anda menghabiskan satu malam -hanya satu malam- dengan kami di RS As-Shifa. Barangkali Anda menyamar sebagai petugas kebersihan.
Saya yakin, 100%, hal itu akan mengubah sejarah.
Tak seorang pun dari mereka dengan hati dan kekuatan yang dapat melewati satu malam di RS As-Shifa tanpa bertekad untuk mengakhiri pembantaian rakyat Palestina.
Tapi mereka yang tak berperasaan dan kejam telah melakukan perhitungan mereka dan merencanakan serangan lain di Gaza.
Sungai-sungai darah akan tetap mengalir di malam-malam yang akan datang. Saya bisa mendengar mereka telah memainkan instrumen kematian.
Tolong. Lakukan apa yang Anda bisa. Ini, INI HARUS DIHENTIKAN !!.

Mads Gilbert, MD. PhD.
Profesor Klinis dan Kepala Klinik Kedokteran Darurat di University of North Norway
(T/P02)
Read More ->>

Jumat, 25 Juli 2014

SEJARAH BANI ISRAEL & YAHUDI





Bani Israel


Israel adalah gelar yang diberikan untuk nabi Yakub bin Ishak bin Ibrahim a.s. yang berarti “Hamba/Pasukan Allah” (Hafidz, h.14). Meskipun gelar itu dikhususkan untuk nabi Yakub namun jika berbicara mengenai bangsa Israel maka sama sekali tidak bisa dipisahkan dari sejarah nabiyullah Ibrahim a.s. karena semua literatur agama telah menetapkan bahwa Ibrahim a.s. adalah bapak panutan bagi semua agama samawi (Ali Imran: 67).

Ibrahim a.s. berasal dari bangsa Smith, satu bangsa yang pada mulanya mendiami Arab Tengah dan Utara kemudian menyebar ke wilayah Babilonia (Irak) dan Asia.

Dengan demikian, bangsa Smith yang masih bermukim di wilayah Arab adalah nenek moyang  bangsa Arab, sedang yang menyebar ke Asia dan palestina adalah nenek moyang bangsa Asyura dan Israel.

Jika ditarik garis keturunannya ke atas adalah: Ibrahim bin Tarikh/Azar (6:74) bin Mahur bin Sarugh bin Rau’ bin Falij bin Abir bin Syalikh bin Arfakhsyid bin Sam bin Nuh bin Lamik bin Mutwasyalah bin Khanukh (Idris a.s) bin Yarad bin Mahlayil bin Qanin bin Anwasy bin Syits bin Adam.

Nabi Nuh setelah diselamatkan dari air bah hijrah ke Makkah bersama pengikutnya dan dimakamkan di sana, sebagaimana disebut dalam hadist riwayat Ibnu Asakir dari Abdurrahman bin Sabith: “Sesungguhnya kuburan nabi Nuh, Hud, Syuaib dan Shaleh terletak di antara Zam-zam, Ar-Rukn dan al-Maqam.” (Katsir, h.95,147, 209).

Itu artinya bahwa nenek moyang manusia adalah satu.

Nabi Ibrahim dilahirkan di Aur di sebuah wilayah yang terletak di Babilonia. Setelah diselamatkan Allah dari ujian Namrud, Ibrahim as. bersama kedua istrinya dan sepupunya, Luth, hijrah ke tanah yang diberkahi yaitu tanah air bangsa Kan’an/ Palestina di Baitul Maqdis (29: 26-27; 21: 71-73). Ketika Ibrahim a.s. tiba di tanah tersebut, 19 S.M., bangsa Kan’an tengah dipimpin oleh seorang raja yang shaleh bernama Sidiq/ Melkisedeq (Kejadian 14: 18).

Beliau a.s. pernah meninggalkan Palestina menuju Mesir ketika dilanda paceklik (Kejadian 12: 10) untuk kemudian kembali lagi ke Palestina hingga wafat dan dimakamkan di Al-Kholil (Hebron).

Sekembalinya dari Mesir, Ibrahim a.s. dikaruniai dua orang putra, Ismail dan Ishak. Menurut Kitab Kejadian: Ismail lahir dari Hajar ketika Ibrahim berusia 86 tahun (Kejadian 16:16). Sebenarnya Hajar adalah wanita merdeka, bukan seorang budak. Ia adalah anak dari Raja Mesir, Fir’aun (Syaikh Shafiyyur-rahman Al-Mubarakfury, Sirah Nabawiyah h.28). Sedang Ishak lahir dari Sarah ketika Ibrahim a.s. berusia 100 tahun (Kejadian 21:5).

Saat Ismail masih kecil, dia dan Ibundanya dibawa hijrah ke Makkah di Hijaz dan melahirkan keturunan besar dan menjadi bangsa Arab (14:37).
Sementara itu Ishak mempunyai putera bernama Yakub a.s. yang dikemudian hari mendapat gelar “Israel”. Karena itu penyebutan nama “Bani Israel” hingga saat ini dikaitkan dengan semua keturunan Yakub a.s. Dua belas anak Ya’qub ini adalah Rubin, Sya’maun, Levi, Zebulan, Yassakhar, Yahuda, Dan, Gad, Asyer, Naftali, Yusuf dan Benyamin (Hermawati, M.A. Dra.)

Ishak, Yakub a.s. dan keturunannya tetap tinggal di negeri Kan’an. Sepeninggal Ishak, Yakub a.s. dan semua keturunannya pindah ke Mesir karena paceklik yang panjang melanda negeri Kan’an. Kepindahan Yakub a.s. bersama semua keluarganya yang berjumlah 70 orang dibawah jaminan putranya, Yusuf a.s., yang saat itu menjabat sebagai wazir kerajaan Mesir.

Keturunan Bani Israel di Mesir mengalami perkembangan cukup pesat dan hidup tenteram. Bangsa Heksus dari Asia yang baru menggulingkan Fir’aun ke-13 memberi kesempatan kepada mereka untuk berperan di kerajaan selama empat periode, mulai dari Fir’aun Heksus ke 14-17.

Menyusul wafatnya Yusuf a.s., kententeraman Bani Israel segera sirna. Keturunan Fir’aun ke-13 yang digulingkan merebut kembali kerajaan Mesir dari bangsa Heksus dan mendirikan pemerintahan Fir’aun ke-18 pada abad 16 S.M. Dendam mereka mencapai puncak ketika Ramses II (1301-1234 SM) (Shalaby, h.32) dari pemerintahan Fir’aun ke-19 naik tahta (Hafidz, h.35). Bani Israel dalam tekanan pembunuhan dan perbudakannya (2:49; 29:4; 14:6) hingga nabi Musa memimpin mereka keluar dari Mesir pada abad 13 S.M (1213 SM) untuk memasuki Kan’an atas petunjuk Allah (5:21) (Shalaby, h,33).

Akan tetapi sebagian besar umat Musa a.s. menolak perintah Allāh tersebut untuk masuk ke Kan’an karena di sana sudah ada penduduk yang memiliki kekuatan dan keberanian yang lebih besar (Jabariin). Sebagian di antara yang patuh menerima perintah Allāh adalah dua orang (5:21-25) yaitu Yusya bin Nun dan Kalib bin Yauqana (Bilangan 13:5-10).

Akibat penolakan itu Allah menghukum mereka dalam kesesatan di Padang Tih selama 40 tahun (5:26). Musa dan Harun a.s. wafat pada periode ini.

Yusya bin Nun kemudian diangkat sebagai nabi oleh Allah melanjutkan kepemimpinan Musa a.s. atas Bani Israel. Di bawah kepemimpinannya bani Israel berhasil memasuki Palestina dari sungai Urdun kemudian menguasai benteng Ariha setelah mengepungnya selama enam bulan. Setelah menguasai Ariha, Yusya kemudian membebaskan Baitul Maqdis dan menetap di sana bersama umatnya.

Setiap kali nabi dari kalangan Bani Israel meninggal (dibunuh umatnya yang durhaka) selalu digantikan dengan nabi lain untuk memimpin mereka. Menurut Ibnu Jarir, sepeninggal Yusya bin Nun Bani Israel berturut-turut dipimpin oleh Kalib bin Yufana, Hizqil bin Budzi, Ilyas, Ilyasa (38:48), Syamuel (Syam’un)(2:246).

Pada masa Syamuel, Bani Israel menghadapi serangan raja Jalut. Atas petunjuk Allah, Syamuel menetapkan Thalut untuk memimpin Bani Israel menghadapi Jalut. Sebagian pemuka dari kalangan Bani Israel menolak Thalut karena raja harus dari keturunan Yehuda, sedang Thalut dari keturunan Bunyamin.

Jalut tewas ditangan salah seorang pasukan Thalut, yaitu Dawud . Setelah Syamuel dan Thalut meninggal, Allah menjadikan Dawud (1043-973 SM.) menggantikan kepemimpinan mereka sebagai Raja dan Nabiyullah (2:251).

Dawud a.s. wafat digantikan oleh Sulaiman a.s. (27:16) (985-932 SM.) yang memperluas hubungan hingga ke negeri Saba (Bilqis) di Yaman (27:42).

Dawud dan Sulaiman a.s tidak pernah mempunyai kekuasaan yang luas. Kerajaan mereka hanya merupakan lingkup kota yang dikelilingi desa-desa sekitarnya (Carr, 18) dari Dan sampai Bersyeba (Osman, 154). Seorang sejarawan Yahudi bernama Wells, menuliskan bahwa ketika sulaiman berada di puncak kejayaannya dia hanya memerintah sebuah kota kecil saja (Shalaby, h.52). Hanya kebiasaan pengikutnya menyebut pimpinan mereka dengan Raja (Carr, 18). Pegawai nabi Sulaiman yang bernama Yarbaam mengadakan pemberontakannya tetapi gagal dan melarikan diri ke Mesir. Dia kembali ke Palestina setelah nabi Sulaiman a.s. wafat (Raja-Raja I 12:3).

Saat nabi Armiya (Katsir, h.812) menggantikan Sulaiman a.s. Bani Israel mengalami kemerosotan moral luar biasa. Daerah kerajaan warisan Sulaiman a.s. terpecah menjadi dua kerajaan yang saling bermusuhan dan berperang: Utara-Israel dengan pusat di Samaria dipimpin oleh Yarbaam, dan Selatan-Yahuda di Yerusalem dipimpin keturunan Nabi Sulaiman Rahba’am 922 SM – 915 SM. (Shalaby, h.54).

Peringatan Allah melalui Nabi Armiya tidak dindahkan, bahkan nabi Armiya dipenjarakan oleh umatnya. Maka kemudian Allah menghukum mereka melalu kekuasaan dua raja, Thufan dan Nebukadznezar (Bukhtanashar).

Kerajaan Israel di Utara diserbu oleh raja Thufan dari Asyura tahun 721 S.M. dan membawa penduduknya untuk dijadikan budak.

Kerajaan Yehuda di Selatan diserbu raja Nebukadznezar dari Babilonia (17:4-5) pada tahun 586 S.M. Sepertiga dari penduduknya dibunuh, sepertiga ditawan dan dijadikan budak di Babilonia, sepertiga dibiarkan karena mereka adalah orang tua, wanita, anak-anak dan orang lemah. Benteng-benteng, masjid-masjid, juga Baitul Maqdis, dirusak dan dirobohkan, taurat dibakar.

Beda Bani Israel dan Yahudi

Orang Babil menamakan penduduk negeri yang diserbunya dengan “Yahudi”, sedang kepercayaan yang mereka anut sebagai agama Yahudi. Mulai saat itu nama Yahudi itu dikenakan kepada siapa saja yang menganut kepercayaan Yahudi, meskipun ia bukan keturunan Bani Israel. Itulah perbedaan Yahudi dan Israel.

Sejak kedua Negara-kota Israel dan Yehuda jatuh, maka boleh dikatakan tanah Palestina telah kosong dari orang-orang Bani Israel, karena meskipun pada tahun 538 S.M. raja Pesia Cyrus merebut Palestina dari Nubukdznezar dan memperbolehkan orang-orang Bani Israel kembali ke wilayah Palestina, mereka memilih untuk tinggal di tempat penawanan yang sudah memberikan kenyamanan dibanding di Palestina (Shalaby, h.60).

Akibat penyerbuan itu jadilah mereka sebuah bangsa yang terpencar-pencar (diaspora) ke berbagai Negara: Mesir, Babil, Hijaz yaitu di Yatsrib dan Wadil Qurra’.

Sebagian Bani Israel yang kembali ke Palestina, mencoba untuk membangun Baitul Maqdis (Katsir, h.816-818). Namun Iskandar Agung dari Macedonia menyerbu mereka dan menghancurkan Baitul Maqdis pada tahun 330 S.M.

Kemudian Palestina berturut-turut dikuasai bangsa Ptolemaic dari Syiria. Mereka mengusir Bani Israel dan menghapuskan seluruh pengaruhnya karena mencoba mengadakan pemberontakan yang dipimpin rahib Mattathias tahun 167 SM. Mattathias meninggal sebelum berhasil dan digantikan putranya, Maccabaeus tahun 160 SM juga tanpa hasil. Kemudian diteruskan Makkabi Aristobulus tahun 104 SM.

Setelah itu Penguasa Romawi pada masa Bampiyos/ Pompey pada tahun 63 S.M. dan kaisar Titus pada tahun 70 M. mengambil alih Palestina. Bahkan Titus memusnahkan kota Yerusalem dan menghancurkan Haikal yang dibangun pada zaman Cyrus (Shalaby, h.61-62).

Ketika kaisar Adrianus berkuasa di Yerusalem pada tahun 135M., Bar Kokhba memimpin orang-orang Yahudi melancarkan pemberontakan. Namun pemberontakan tersebut dapat digagalkan. Sebagai hukuman mereka dihancurkan kembali dengan dibunuh dan diusir. Yahudi lari ke Mesir, Afrika Utara, Spanyol, Eropa, Asia, Syam, Khaibar, Madinah, India, Cina, Habsyah (Hafidz, h.47).

Ketika tentara salib menduduki Yerusalem tahun 1099, orang Yahudi diganyang habis.

Pada tahun 1170 M seorang Yahudi dari Toledo bernama Benyamin melakukan kunjungan ke Yerusalem. Dia hanya menemukan 1440 orang Yahudi di seluruh Palestina (Garaudi, h.78).

Meskipun Sultan Shalahuddin pada tahun 1187 M memperkenankan Yahudi tinggal di Yerusalem namun Nahmanides pada tahun 1267 M hanya menemukan 2 keluarga saja di seantero Yerusalem (Garaudi, h.78).

Gen Bani Israel Sekarang

Setelah Bani Israel membaur, sangat sulit untuk menentukan keturunannya yang asli – murni. Namun secara mudah dapat kita simpulkan bahwa sebutan Yahudi adalah ditujukan kepada siapapun yang masih berpegang dengan ajaran Musa a.s. (Taurat) (Hafidz, h.16).

Buku-buku rujukan dan referensi sejarah dan ilmu anthropologi telah menyimpulkan bahwa keluarnya Bani Israel dari Mesir merupakan suatu pemisah antara zaman darah asli dan zaman darah campuran.

Sebagian mereka yang berdiaspora ke Eropa berbaur dengan unsur-unsur Syria dan Anatoli hingga mereka sampai ke pinggir sungai Rhine. Dari sana mereka menyebar ke Eropa dan Rusia. Beberapa waktu kemudian sebagian besar wilayah itu telah menganut agama Yahudi yang mereka bawa. Kaum Fulasya dari Ethiopia, Tzamil dari India, Haraz dari Turki (Shalaby, h.34-36).

Maka, sesungguhnya yang kita hadapi sekarang adalah Yahudi yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan Bani Israel. Jika masih ada, maka mungkin bisa dihitung dengan jari.

Yahudi yang mencaplok Palestina sama tidak ada relasi dengan Palestina baik keturunan ataupun sejarah. Pemerintahan mereka di sebagian kecil wilayah Palestina tidak lebih dari 4 abad. Sementara pemerintahan Islam telah berlangsung di sana selama 12 abad (636-1917 M.). Yahudi yang berkuasa di Palestina sekarang adalah orang-orang Khazar (Kojar) yang mendiami wilayah Kokaz di Rusia selatan yang memeluk ajaran Taurat pada tahun 740 M.

Yahudi Khazar (Kojar) ini kemudian bermigrasi ke Eropa dan Amerika pada tahun 1881 M. setelah diusir oleh karena berusaha menggulingkan pemerintahan kaisar Rusia Alexander-Czar II. Mereka menghadapi ancaman antisemit karena mereka sangat tidak disukai oleh bangsa manapun, dimanapun (Shaleh, 28-30). sehingga komunitas mereka dikurung dalam pemukiman-pemukiman yang mengenaskan yang disebut Ghetto.

Para ahli genetika berpendapat bahwa kaum Yahudi sekarang yang menjajah Palestina adalah perkumpulan berbagai jenis ras (mix race) (Hafidz, h.51) yang dipersatukan oleh nasib dan watak khas. Akibat pembauran itu mereka menggunakan bahasa campuran antara Syiriak, Akidan dan Phinisian (Carr, h17). Bahasa yang kini dipakai untuk pembicaraan sehari-hari disebut bahasa Aramik (Shalaby, h.18).

Meskipun para arkeolog telah mengadakan penelitian diantara dua sungai besar Nil – Eufrat mereka tidak menemukan benda apapun yang membuktikan pernah ada kerajaan Israel seperti yang tertulis dalam Kitab 1 Raja-raja. Dan pasti, di antara mereka ada sekelompok orang yang tidak segan-segan melakukan distorsi sejarah yang sering tampil dalam program-program propaganda tertentu. Mereka berdiri di depan puing-puing tembok kuno untuk memaklumkan bahwa tembok tersebut dibangun pada masa kekuasaan Raja Dawud.

Bukti sejarah yang ada menunjukkan bahwa wilayah terluas yang dapat diwujudkan oleh bangsa Israel sepanjang sejarah adalah ketika mereka menduduki tanah Palestina, Dataran Tinggi Golan, Libanon Selatan, Sinai untuk pertama kalinya tahun 1967 (Osman, 154). Munif Nasir (L/Munif/R1/EO2)


Rujukan :


  1. Al-Qur’an, Digital, versi 3.1.
  2. Alkitab, Percetakan Lembaga Alkitab Indonesia Ciluar-Bogor, 1991.
  3. Carr, William G., Yahudi Menggenggam Dunia, Pustaka Al-Kautsar Jakarta, Cetakan Keenam Mei 2004.
  4. Osman, Ahmad, Israel, Siapa Mereka ?. Fima Rohdeta. Cetakan pertama Januari 2008. Judul asli: Tarikh al-Yahud juz I, Penerbit: Maktabah al-Syuruq.
  5. Hafidz, Muh. Ahmad Diyab Abdul, Menguak Tabir dan Konspirasi Yahudi. Pustaka Setia Bandung. Cetakan I – 2005. Judul asli: Adhwaa’u ‘ala Al-Yahudiyyah min Khilal Mashadiriha.
  6. Hermawati, M.A. Dra. Sejarah Agama dan Bangsa Yahudi. Rajawali Pers.
  7. Shalaby, Ahmad, Perbandingan Agama Agama Yahudi. Bina Ilmu, Surabaya. Cetakan pertama 1990.
  8. Katsir, Ibnu. Qishashul Anbiya. Amelia, Surabaya. Cetakan Pertama, April 2008.
  9. Mubarakfury, Al- Syaikh Shafiyyur-rahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. 1997.
  10. Shaleh, Muhsin Muhammad. Palestina: Sejarah, Perkembangan dan Konspirasi. Gema Insani Press, Jakarta. Cetakan Pertama, Juni 2002.


Read More ->>

Kamis, 24 Juli 2014

PRAY FOR GHAZA



Ahmadinejad: Ajal Israel Sudah Dekat

Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad memperingatkan upaya Amerika Serikat dan sekutu Baratnya untuk menciptakan konflik Iran-Arab dan perang Syiah-Sunni dalam usaha menyelamatkan rezim Zionis Israel, yang tengah runtuh.
Berpidato di tengah warga kota Kermanshah, barat Iran, Ahmadinejad mengatakan, klaim Amerika tentang pembentukan dua pemerintahan di Palestina bermaksud untuk menyelamatkan Israel dan merusak front muqawamah.
“Mereka mengatakan satu pemerintah Israel dan satu pemerintah Palestina. Slogan ini ditujukan untuk menyelamatkan pemerintah Zionis yang lemah,” jelas Ahmadinejad seperti dilaporkan IRNA.
Presiden Iran mencatat bahwa skenario musuh yang “sangat rumit” bertujuan menebarkan perselisihan dan mengubah wajah Amerika di tengah negara-negara regional. Dia juga meminta negara dan bangsa kawasan untuk tetap waspada.
Seraya menyinggung upaya Barat, terutama Amerika Serikat, untuk membagi wilayah Yordania, Ahmadinejad menandaskan, musuh berniat untuk memecah Yordania. Mereka bahkan tidak bersedia memberikan sebagian wilayah Palestina yang diduduki demi mewujudkan kebohongannya.
“Anda harus tahu bahwa rezim Zionis Israel hampir runtuh dan tidak ada kekuatan yang dapat menyelamatkan rezim itu dari kehancuran,” tegasnya. “Zionis tidak memiliki tempat di antara negara-negara regional dan juga negara-negara yang sudah mengenal wajah asli Amerika dan sekutunya,” tambah Ahmadinejad.
“Era kolonialisme, perbudakan dan penjarahan sudah berakhir. Bangsa Iran berdiri bahu-membahu dengan bangsa-bangsa regional untuk melawan kekuasaan musuh dan membuat mereka putus asa,” tandasnya.
Mesir Baru; Rangkul Iran, Tendang Israel
Perdana Menteri rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan kekhawatirannya atas sikap anti-Zionis yang ditujukan oleh para pemimpin baru Mesir. Pernyataan ini dilontarkan lebih dari dua bulan setelah revolusi Mesir yang menggulingkan mantan Presiden Hosni Mubarak yang pro-Israel.
Di tengah pertemuan para duta besar Uni Eropa di Yerusalem, timur al-Quds pekan lalu, Netanyahu mengatakan beberapa suara yang terdengar dari Kairo menunjukkan permusuhan terhadap Tel Aviv. Netanyahu menyatakan ia sangat prihatin atas pernyataan terakhir yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri Mesir Nabil El Arabi. Para diplomat tinggi Kairo bersama sejumlah pejabat senior lainnya, dilaporkan telah menyebut Israel sebagai musuh Mesir.
Belum lagi, El Arabi menegaskan bahwa Mesir siap untuk mempromosikan hubungan antara Tehran dan Kairo. Dalam konferensi pers pertamanya sebagai menteri luar negeri Mesir, El Arabi menuturkan, Kairo siap untuk membuka lembaran baru dengan Republik Islam Iran. Menurut El Arabi, pemerintah Mesir tidak melihat Iran sebagai negara musuh dan kedua negara juga memiliki hubungan historis yang mengakar.
Kekhawatiran Netanyahu juga disuarakan oleh beberapa pejabat senior Israel lainnya. Statemen itu dikeluarkan menyusul demonstrasi anti-Israel, yang digelar di luar kedutaan Israel di Kairo serta konsulat Zionis di kota Iskandariyah, selama beberapa pekan terakhir. Pada tanggal 8 April, lebih dari satu juta pengunjuk rasa berkumpul di Bundaran Tahrir, mendesak penguasa militer untuk mencabut blokade Jalur Gaza. Para demonstran juga menyerukan pemutusan hubungan diplomatik dan pengusiran duta besar Israel dari Mesir.
Kini, Mesir menganggap Israel sebagai musuhnya dan memperingatkan Tel Aviv soal serangan mereka ke Jalur Gaza. Menyangkut kemungkinan hubungan ekonomi dengan Tel Aviv, Menteri Keuangan Mesir Samir Radwan menekankan bahwa Kairo tidak membutuhkan investasi dari musuh.
Transformasi itu terjadi hanya dalam dua bulan pasca tumbangnya diktator Mesir dan rezim pro-Barat. Mubarak selama masa kepemimpinannya di Mesir, senantiasa menjalin kerjasama dengan Israel, khususnya terkait blokade Jalur Gaza dan serangan ke kawasan itu. Perkembangan terbaru juga menyebutkan bahwa menlu Mesir akan segera melakukan kunjungan ke Jalur Gaza. Media-media regional melaporkan bahwa Nabil El Arabi membuat keputusan itu demi menyatakan solidaritas seluruh rakyat Mesir dan para pemimpin Kairo kepada warga Gaza, setelah empat tahun blokade.
Dalam pertemuannya dengan Ekmeleddin Ihsanoglu, Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI), El Arabi menyatakan bahwa negaranya akan berupaya maksimal untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. OKI sendiri mendukung keputusan serius pemerintah Kairo untuk membuka pintu Rafah dan menyalurkan bantuan ke kawasan. Menurut sejumlah pengamat Palestina, Israel dari segi politik, strategi, militer dan ekonomi akan menjadi pecundang pertama revolusi di kawasan.
Bahrain, Benteng Terdepan Pelindung Kepentingan Para Diktator Arab?
Demonstrasi luas rakyat Bahrain di seluruh negara ini benar-benar telah menggoyang rezim Al Khalifa. Tapi dampak dari protes luas di Bahrain lebih dirasakan oleh rezim-rezim di kawasan ini. Para penguasa Arab di Timur Tengah, khususnya Teluk Persia terpaksa berpikir keras untuk mencegah aksi semacam itu menyebar ke negaranya. Bahkan sebagian dari rezim-rezim ini seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah mengirim pasukan mereka ke Manama guna menumpas aksi demonstrasi damai rakyat Bahrain.
Di sisi lain, menurut majalah Foreign Policy apapun saja transformasi Timur Tengah dan Afrika Utara, namun pemenangnya sudah diketahui dan itu adalah Republik Islam Iran. Karena apa yang terjadi di dua kawasan ini, rezim-rezim penentang Iran satu persatu mulai tumbang dan para diktator yang berkuasa perlahan-lahan mulai meletakkan kekuasaannya. Pertama, Hosni Mubarak di Mesir dan kini giliran Muammar Khaddafi di Libya.
Sebelum ini, diktator Khaddafi selama berkuasa berkali-kali mencela sikap Iran yang tetap mempertahankan sikapnya terkait masalah nuklir di hadapan tekanan Barat. Muammar Khaddafi juga menegaskan bahwa tidak ada satu negarapun yang dapat bertahan melawan Amerika. Rezim Khaddafi sendiri pada 2003 akhirnya takluk di hadapan tekanan Amerika dan menyerahkan seluruh perlengkapan nuklir Libya kepada Paman Sam. Namun apa yang terjadi sekarang? Pesawat-pesawat tempur Amerika kini tengah membombardir posisi militer Libya dan berputar-putar di atas gedung kepresidenan Sang Kolonel.
Namun apa yang terjadi di Timur Tengah tidak berhenti pada Muammar Khaddafi. Rezim Arab Saudi yang punya hubungan dekat dengan Bahrain melihat nasibnya juga bergantung pada negara kecil ini. Tumbangnya rezim Al Khalifa di Bahrain bakal mendorong rakyat di Timur Tengah untuk menggulingkan rezim-rezim yang sama. Itulah mengapa sekalipun sebelumnya terdapat perselisihan di antara negara-negara Arab Teluk Persia, tapi terkait Bahrain mereka kemudian bersatu.
Pengiriman pasukan Saudi ke Manama, selain untuk menumpas aksi demonstrasi damai rakyat Bahrain, rezim Riyadh berusaha mempertahankan keluarga Al Khalifa untuk tetap berkuasa di negara ini. Pengiriman pasukan Arab Saudi ke Bahrain sejatinya aksi campur tangan urusan dalam negeri negara lain. Bahkan lebih dari itu, pengiriman pasukan ini berarti praktis Arab Saudi telah menduduki Bahrain. Tampaknya rezim Saudi tidak mengambil pelajaran dari pendudukan Amerika di Irak, atau Amerika yang sengaja membiarkan sekutu terdekatnya bersikap demikian.
Rezim Saudi perlu mencamkan bahwa mereka yang turun ke jalan-jalan di Manama melakukan aksi demonstrasi adalah rakyat Bahrain yang menuntut hak-haknya sebagai warga negara. Mereka adalah warga negara Bahrain yang sudah letih menyaksikan kehadiran armada angkatan laut kelima Amerika di negaranya. Intervensi militer Saudi di Bahrain juga mendapat lampu hijau dari Amerika. Itu berarti apa yang dilakukan Arab Saudi hanya pengulangan dipecundanginya tentara pendudukan.
Arab Saudi dan seluruh penguasa Arab Teluk Persia sebenarnya tidak mengkhawatirkan situasi Bahrain. Mereka lebih mencemaskan teriakan Allahu Akbar di sekeliling istananya. Untuk itu, kebangkitan rakyat Bahrain harus segera ditumpas agar tidak menjalar ke rezim-rezim Arab lainnya. Bagi mereka, Bahrain saat ini merupakan benteng terdepan yang membela kepentingan para diktator Arab. Namun pertanyaannya, apakah ada yang dapat bertahan di hadapan tekad kuat rakyat muslim Bahrain?
Dua Bulan Berlalu, Eropa Baru Kecam Brutalitas Rezim Bahrain
Untuk pertama kalinya Parlemen Eropa mengecam Manama atas pembunuhan dan penyiksaan terhadap para aktivis Bahrain gerakan protes dimulai di negara Teluk Persia itu dua bulan lalu.
Jerzy Buzek, Ketua Parlemen Eropa, dalam sebuah statemennya menyatakan, “Kematian Ali Issa Saqer dan Zakaraya Rashed Hassan di tangan polisi Bahraini tidak dapat diterima. Saya sangat prihatin dengan laporan yang datang secara bersamaan dari beberapa organisasi hak asasi manusia bahwa kedua aktivis tersebut telah disiksa di penjara dan diperkirakan telah tewas”.
Ditambahkannya, “Saya mengutuk keras pelanggaran terhadap para pengunjuk rasa damai.”
Buzek menyinggung penahanan lebih dari 400 aktivis hak asasi manusia, blogger dan pro-oposisi di Bahrain, seraya menilai bahwa metode yang digunakan pemerintah Bahrain gagal dalam memulihkan situasi.
Sebaliknya, reaksi tersebut akan lebih menjauhkan pemerintah dari rakyat. Tangan besi pemerintah merusak semua harapan untuk dilakukannya dialog nasional.
Kepala Parlemen Eropa juga menyerukan “investigasi kredibel menyangkut kasus kematian para aktivis dan seluruh pelanggaran hak asasi manusia.”
Sejak pertengahan Februari lalu, ribuan demonstran di Bahrain turun ke jalan-jalan, menuntut diakhirinya dinasti al-Khalifa, yang telah berkuasa di negara ini selama hampir 40 tahun.
Pada 13 Maret, sejumlah negara tetangga Bahrain mengirimkan ribuan personil militernya ke Bahrain dalam membantu pemerintah Manama menumpas protes rakyat.
Menurut sumber-sumber lokal, hingga kini puluhan orang telah tewas dan ratusan lainnya ditangkap sejak dimulainya protes rakyat.
Gaya Peliputan Al Jazeera dan Al Arabiya Di Bahrain
Televisi Al Jazeera dan Al Arabiya dalam liputannya, sengaja mensensor transformasi di Bahrain dan membesar-besarkan peristiwa di Suriah. Langkah ini merupakan bentuk kebijakan standar ganda kedua jaringan televisi regional itu dalam menyikapi revolusi rakyat di kawasan.
Kantor berita Fars melaporkan, media-media televisi Teluk Persia melakukan publikasi besar-besaran terhadap peristiwa baru-baru ini di Suriah, sementara mereka menutup mata atas kebangkitan dan protes anti-pemerintah di Bahrain, yang sudah berminggu-minggu.
Pada saat rakyat revolusioner Bahrain ditindas oleh pemerintah Manama melalui bantuan pasukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, media-media yang mengklaim dirinya independen, mensensor realita di negara itu. Sebaliknya, mereka setiap harinya menayangkan liputan khusus dan analisa seputar perkembangan di Suriah. Video yang ditayangkan juga diambil melalui telepon seluler dan tidak jelas soal tempat dan waktu kejadian.
Hingga kini, televisi Al Arabiya masih menjadikan sidang Dewan Kerjasama Teluk Persia yang digelar di Riyadh beberapa waktu lalu, sebagai headlinesnya. Ini jelas berbeda dengan yang umumnya dilakukan oleh media.
Padahal, peristiwa di Suriah adalah ulah kelompok teroris dan gerombolan bersenjata yang berniat mengacaukan negara itu. Pekan lalu, pasukan keamanan Lebanon menahan dua orang yang berusaha untuk menggerakkan dua kendaraan, sarat dengan senjata dan amunisi ke Suriah.
Pasukan keamanan Suriah mengatakan, anggota kelompok perusuh menerima dana dan senjata dari unsur-unsur asing untuk menggelar operasi teroris dan menghasut kerusuhan. Pihak berwenang Suriah juga mengumumkan penangkapan unsur-unsur asing yang memainkan peran dalam memprovokasi ketegangan baru-baru ini di negara itu.
Iran-Mesir Teken Kontrak Pertama Pasca Tumbangnya Mubarak
Ketua Dewan Dagang Iran-Mesir mengkonfirmasikan kontrak kedua negara di bidang pariwisata. Berdasarkan kesepakatan tersebut, setiap tahun Iran akan mengirimkan 120 ribu pelancongnya ke Mesir.
Kantor berita Fars melaporkan, Ketua Dewan Dagang Iran-Mesir, Mahyuddin al-Qandoor, dalam wawancaranya dengan Fars mengkonfirmasikan dimulainya kerjasama antara kedua negara di bidang pariwisata. Dikatakannya, “Senin pekan ini telah ditandatangani kontrak antara sejumlah perusahaan tur Iran dan Mesir, yang mengawali dimulainya kerjasama pertukaran para pelancong.”
Pejabat Mesir itu menjelaskan, “Berdasarkan kontrak tersebut, setiap bulannya, 10 ribu pelancong Iran akan berkunjung ke Mesir dan setiap tahunnya 60 ribu pelancong asal Mesir akan berkunjung ke Iran.”
Ini merupakan kerjasama pertama kedua negara pasca runtuhnya rezim Hosni Mubarak.
Dinas Rahasia Israel: Kami Tak Mampu Hadapi Hizbullah
Petinggi Mossad mengakui ketidakmampuan dinas intelijen Rezim Zionis Israel dalam menghadapi Hizbullah Lebanon. Diakui bahwa dinas intelijen Israel terjebak dalam friksi internal dan kebuntuan saat berhadapan dengan Hizbullah.
Laporan ini menambahkan, kelemahan intelijen Zionis dalam menghadapi kelompok perjuangan rakyat Lebanon yang dipimpin Hizbullah telah menimbulkan konflik internal tersendiri di lembaga keamanan dan militer rezim ini, yang memuncak setelah kekalahan memalukan di perang 33 hari, Juli-Agustus 2006.
Dalam beberapa bulan terakhir militer Lebanon dan Hizbullah berhasil membongkar sejumlah jaringan spionase Israel di wilayah selatan Lebanon. Lebih dari seratus orang ditangkap terkait tuduhan mata-mata untuk kepentingan Rezim Zionis Israel.
Nasrullah: Seberat Apapun, Palestina Harus Dibebaskan
Sekjen Gerakan Muqawamah Lebanon (Hizbullah), Sayyid Hasan Nasrullah menyatakan, “RakyatPalestina telah membuktikan bahwa Israel tengah meluncur menuju kehancurannya serta resolusi dan berbagai inisiatif rezim Zionis tidak akan mampu menyelamatkannya.”
Kantor berita Fars  melaporkan, menyinggung kejahatan rezim Zionis kemarin beberapa waktu lalu terhadap para demonstran anti-Israel, Sayyid Nasrullah mengatakan, “Kita harus menghormati para pemberani, beriman, dan pahlawan yang telah membusungkan dada menghadapi militer keji.”
Dalam statemennya, Sayyid Nasrullah menegaskan bahwa dengan gugur syahidnya puluhan orang dan cederanya ratusan lainnya, rakyat Palestina sesungguhnya telah menjelaskan sikap tegas mereka kepada dunia bahwa aksi pembantaian tersebut tidak akan mengakhiri perjuangan mereka.
Ditujukannya kepada para demonstran anti-Israel, Sayyid Hasan Nasrullah menegaskan, “Kemarin di hari Nakbah, kalian telah memberikan makna baru pada hari itu dan kalian telah buktikan kepada kawan dan lawan bahwa komitmen terhadap hak bukanlah sesuatu yang dapat dirundingkan, dilupakan, atau dinistakan.”
“Kalian juga telah membuktikan bahwa semahal apapun harga yang harus kalian bayar untuk membebaskan bumi Palestina, kalian tetap akan menempuhnya,” ungkap Sayyid Nasrullah.
DOA PUJAAN KEPADA ALLAH SWT
  Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang
   Segala puji bagi Allah
yang menampakkan pada hati dengan kebesaran
 yang bersembunyi dari pandangan dengan kemuliaan
yang menguasai segala sesuatu dengan kekuasaan
Mata tidak cukup kuat untuk melihat-Nya
Khayal tidak akan mencapai hakikat kebesarannya
Dia Mahaperkasa dengan segala kebesaran dan keagungan
Berbusana kemuliaan, kebajikan dan kebesaran
Mahasuci dengan kebaikan dan keindahan
Mahamulia dengan kebanggaan dan kewibawaan
Mahabesar dengan segala ketinggian dan kenikmatan
Dia pilih untuk diri-Nya cahaya dan terang
Pencipta yang tanpa tandingan
Yang Esa tanpa saingan, Yang Tunggal tanpa lawan
Pelindung Abadi tanpa kesamaan
Tuhan tidak ada duanya
Pencipta tidak ada sekutunya
Pemberi rezeki tidak ada pembantunya
Dialah, Yang Awal tanpa menghilang
Yang Kekal tanpa kebinasaan, Yang Tegak tanpa kesulitan
Pemberi Keamanan tanpa akhir, Pemulai tanpa batas
Pembuat tanpa apa pun, Tuhan tanpa serikat
Pencipta tanpa kesusahan, Pelaku tanpa kelemahan
Tiada baginya batas dalam ruang
Tiada baginya hingga dalam masa
Ia selalu ada
Tidak henti-hentinya ada, selama-lamanya
Tuhan yang Hidup dan Jaga, Kekal Abadi
Mahakuasa Mahabijaksana
Tuhanku
Inilah hamba kecil-Mu di halaman-Mu
Inilah pengemis-Mu di halaman-Mu
Inilah si fakir-Mu di halaman-Mu
Tuhanku
Bergetar karena-Mu orang-orang yang bergetar
Kepada-Mu pasrah para peratap
Karena takut dan harapkan ampunan-Mu
Wahai Tuhan kebenaran
Sayangi doa para perintih
Maafkan dosa orang-orang yang lalai
Tambahkan kebaikan bagi orang-orang yang kembali
Pada hari mereka datang kepada-Mu
Wahai Tuhan yang Mahapemurah
Dengan rahmat-Mu
Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi
Ya Arhamar Rahimin
Read More ->>

Senin, 21 Juli 2014

YANG UNIK BUAT PARA SAHABAT (PERSAHABATAN KUCING & BEBEK)

22 JULI 2014

Tanpa sengaja melihat Bebek sedang bermain dengan Kucing. Cukup unik waktu memperhatikan tingkah para hewan ini, langsung direkam deh...!
Ne dia buat kamu.., WATCHING...!!!!



Read More ->>

Minggu, 20 Juli 2014

DREAMAKER STUDIO - SABLON DIGITAL T-SHIRT



REAL MADRID & COUNTRY STYLE





SMOKER MAN AIRBRUSH STYLE





QUIKSILVER STYLE



SCOOTER COMMUNITY STYLE



SOFTDRINKER STYLE


BMX FREESTYLE T-SHIRT



GOLD BARCELONA STYLE


BLEACH STYLE


Kami menerima pesanan dengan picture/gambar dari konsumen atau style dari kami, dengan varian harga mulai dari Rp. 80.000/T-Shirt(kaos tersedia).
Konsumen bisa memilih warna kaos tertentu yg jadi warna favorit. Kami juga menerima pesanan T-Shirt satuan atau lebih.
Kunjungi studio kami di

DREAMAKER STUDIO

JL. SUDIRMAN 09 (SIMP.4 REMI)
KOTA LANGSA
ACEH

Atau bisa menghubungi kami via,
Phone. 085260524728
E-mail. bamz.inlovely@gmail.com

Semoga belanja di studio kami memberikan kesan untuk disampaikan kepada teman, sahabat & keluarga.

Terimakasih
Read More ->>